;

Taqarrub ilallah: Mendekati untuk taat..

Wahai diriku..
Tulisan ini adalah untukmu..
Agar kau tidak terlalu alpa..
Agar jika kau terpesong, kembalilah kepada-Nya..
Agar hati dan jiwamu memperoleh ketenangan..
Agar kau senantiasa dekat pada-Nya..

Ingatlah wahai diriku..
Sesungguhnya hidup ini hanya sementara..
Dan apa yang kau ada adalah pinjaman belaka..
Senyuman manismu..
Kemahiranmu..

Akal fikiranmu..
Semuanya akan dinilai dihari kemudian..
Kemanakah nikmat yang telah diberi kau gunakan?


TAQARRUB ILALLAH
“Mendekati untuk Taat”


Ruang Lingkup Taqarrub Ilallah
Utamakan yang wajib, sempurnakan diri dengan yang amalan sunnah
(Hadits Qudsi dalam Shahih Bukhari)

Bertaqarrub adalah..
Ketika berhubungan dengan Allah,
Ketika berhubungan dengan diri sendiri,
Ketika berhubungan dengan orang lain…
dengan motto :
Pergiat amalan yang wajib dan sunnah,
Jauhi amalan yang haram dan makruh,
Jangan terlena dengan amalan yang mubah(harus)


Kunci Taqarrub Ilallah
Iman dan menyedari hubungan kita (sebagai hamba) dengan Allah swt. Sang Pencipta sebagai ma’bud.

Antara amalam-amalan Taqarrub Ilallah


  1. Membaca Al Quran (meresapi makna untuk mencerahkan akal dan jiwa)
  2. Sholat Malam (meraih disiplin orang soleh)
  3. Bergaul dengan orang-orang soleh (mendapat ilmu dan nasihat)
  4. Berpuasa (lapar untuk sadar)
  5. Dzikir malam (membiasakan dzikir di malam hari)

Janji Allah dan hadis Rasullullah pada orang yang bertaqarrub kepada Allah

“Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikitpun; tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan; dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi (dalam surga).”
(Saba’ [34]: 37)

Hadits Bukhari tentang sikap Allah kepada hamba-Nya yang bertaqarrub kepada-Nya:

“Jika seorang hamba mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku akan mendekatinya sehasta; jika ia mendekati-Ku sehasta, aku akan mendekatinya sedepa; jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan, Aku akan mendekatinya dengan berlari”

“Dan tiada bertaqarrub (mendekat) kepada-Ku seorang hamba dengan sesuatu yang lebih Ku sukai dari pada menjalankan kewajibannya ”
(Shahih Bukhari Juz XI, hal. 299, 297 )

“Tiada henti-hentinya hamba-Ku mendekatkan dirinya kepada-Ku dengan perbuatan-perbuatan sunnah nafilah sehinggga Aku mencintanya. Kalau Aku sudah mencitainya, maka aku akan menjadi pendengarannya yang ia mendengar dengannya dan Aku akan menjadi penglihatannya yang ia melihat dengannya; dan Aku akan menjadi tangannya yang ia pergunakan; dan Aku akan menjadi kakinya yang ia berjalan dengannya. Jika ia meminta kepada-Ku niscaya akan Kuberi apa yang ia minta; dan jika ia memohon perlindungan pada-Ku niscaya Aku lindingi”
(lihat Fathul Baari, Syarah Shahih Bukhari, XI/341-345, lihat Fauzie Sanqarith & Muahammad Al Khaththath, Taqarrub Ilallah, hal V dan X)


Hadits tentang dzikir di malam hari yang biasa dibaca Rasulullah saw. sebelum shalat tahajjud:

اَللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَ اْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ وَلَكَ الْحَمْدُ لَكَ مُلْكُ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَائُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَ السَّاعَةُ حَقٌّ اَللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْ لِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَاأَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَإِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ وَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ

Sahabat Ibnu Abbas meriwayatkan hadits bahwasanya Nabi saw. pada saat bangun malam untuk bertahajjud mengucapkan:

“Ya Allah, bagi-Mu segala puji; Engkau Pemelihara langit dan bumi serta yang ada di antara keduanya. Dan bagi-Mu segala puji,bagi-Mu kekuasaan langit dan bumi serta yang ada di antara keduanya. Dan bagi-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi serta yang ada di antara keduanya. Dan bagi-Mu segala puji, Engkau Maha Benar, janji-Mu benar, bertemu dengan-Mu benar, firman-Mu benar, surga itu benar, neraka itu benar, para nabi benar, dan Nabi Muhammad saw. adalah benar, serta kiamat itu benar. Ya Allah, hanya kepada Engkaulah aku berserah diri, hanya kepada Engkaulah aku beriman,hanya kepada Engkaulah aku bertawakkal, hanya kepada Engkaulah aku kembali, hanya karena Engkaulah aku berdebat, dan hanya kepada Engkaulah aku meminta keputusan hukum, maka ampunilah dosa-dosaku yang terdahulu dan yang kemudian, serta dosa-dosaku yang tersembunyi dan terang-terangan, Engkaulah yang mendahulukan dan mengakhirkan, tiada Tuhan kecuali Engkau, dan tiada daya serta tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah”.


|